Memperingati hari Ibu, saya jadi teringat beberapa jenis Ibu yang pernah saya temui, berikut ini diantaranya :
1. Ibu Boneka
Pada umumnya cantik-cantik dengan suami yang penghasilannya lebih dari lumayan. Kegiatannya tidak jauh-jauh sekitar shopping, spa, pedicure, manicure, diet dan facial. tidak pernah berpikir yang berat-berat, mereka tidak tahu kalau sekarang di Suriah sedang perang dan mereka juga tidak tahu betapa sulitnya upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Beberapa waktu yang lalu salah satu dari ibu Boneka ini main ke rumah saya naik Pajero warna putih dan dengan ringannya menghabiskan uang berjuta-juta untuk membeli sesuatu yang menurut standar saya tidak penting-penting amat. Para ibu Boneka ini bajunya bagus-bagus, mahal dan wangi.
2. Ibu Derita
Mereka adalah ibu-ibu rumah tangga yang kehidupan ekonominya sepenuhnya bergantung pada suami dan hanya menjalankan tugas domestic mengurus rumah dan anak-anak. Sehingga ketika suaminya selingkuh mereka tidak berdaya sama sekali, hanya duduk meratap di sudut sambil berurai air mata. Ada juga yang mengalami KDRT.
Ibu derita adalah kaum perempuan yang kurang beruntung karena mendapatkan suami yang tidak komit dengan pernikahan.
3. Ibu Biasa
Sama dengan ibu derita tetapi mereka mendapatkan suami yang baik dan penuh cinta.
4. Ibu Karier
Jenis Ibu yang semacam ini umumnya memiliki posisi tawar menawar yang lebih baik di hadapan suami. Punya pekerjaan dan penghasilan sendiri. Semakin seimbang posisi tawarnya semakin stabil pula rumah tangganya. Bahkan tidak sedikit yang jadi tulang punggung keluarga, suaminya menganggur sementara sang istri cari uang dari pagi sampai sore.
5. Ibu Perkasa
Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan Ibu-ibu jenis ini. Mereka berprofesi sebagai pengusaha. Cerdas, trampil, tegas dan cepat mengambil keputusan. Saya terkagum-kagum dengan mereka, sama sekali tidak kalah dibanding laki-laki. Menghadapi ibu-ibu jenis ini saya harus konsentrasi penuh karena cara bicaranya yang lugas dan logis, sedikit kurang romantis. Otaknya seperti kalkulator, bisa menghitung untung rugi dengan cepat.
Mereka memiliki management skill yang bagus. Bisa jadi sekolahnya hanya tamat SMA tapi anak buahnya sarjana. Sanggup menghadapi beberapa masalah secara bersamaan, tahu bagaimana menyusun prioritas dan mempunyai penciuman yang tajam dalam mengendus peluang bisnis.
Sepenuh hati penghargaan dan rasa hormat saya pada kaum Ibu dimanapun anda berada. Tetapi di atas segalanya, para ibu diatas tetaplah wanita, mereka membutuhkan laki-laki dan selalu rindu untuk disanjung dan dipuja, dikibulin dikit tidak apa-apa. Saya teringat lirik lagu anak-anak tentang Ibu :
Kasih Ibu
Kepada beta
tak terhingga
sepanjang masa
hanya memberi
tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia
1. Ibu Boneka
Pada umumnya cantik-cantik dengan suami yang penghasilannya lebih dari lumayan. Kegiatannya tidak jauh-jauh sekitar shopping, spa, pedicure, manicure, diet dan facial. tidak pernah berpikir yang berat-berat, mereka tidak tahu kalau sekarang di Suriah sedang perang dan mereka juga tidak tahu betapa sulitnya upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Beberapa waktu yang lalu salah satu dari ibu Boneka ini main ke rumah saya naik Pajero warna putih dan dengan ringannya menghabiskan uang berjuta-juta untuk membeli sesuatu yang menurut standar saya tidak penting-penting amat. Para ibu Boneka ini bajunya bagus-bagus, mahal dan wangi.
2. Ibu Derita
Mereka adalah ibu-ibu rumah tangga yang kehidupan ekonominya sepenuhnya bergantung pada suami dan hanya menjalankan tugas domestic mengurus rumah dan anak-anak. Sehingga ketika suaminya selingkuh mereka tidak berdaya sama sekali, hanya duduk meratap di sudut sambil berurai air mata. Ada juga yang mengalami KDRT.
Ibu derita adalah kaum perempuan yang kurang beruntung karena mendapatkan suami yang tidak komit dengan pernikahan.
3. Ibu Biasa
Sama dengan ibu derita tetapi mereka mendapatkan suami yang baik dan penuh cinta.
4. Ibu Karier
Jenis Ibu yang semacam ini umumnya memiliki posisi tawar menawar yang lebih baik di hadapan suami. Punya pekerjaan dan penghasilan sendiri. Semakin seimbang posisi tawarnya semakin stabil pula rumah tangganya. Bahkan tidak sedikit yang jadi tulang punggung keluarga, suaminya menganggur sementara sang istri cari uang dari pagi sampai sore.
5. Ibu Perkasa
Akhir-akhir ini saya sering bertemu dengan Ibu-ibu jenis ini. Mereka berprofesi sebagai pengusaha. Cerdas, trampil, tegas dan cepat mengambil keputusan. Saya terkagum-kagum dengan mereka, sama sekali tidak kalah dibanding laki-laki. Menghadapi ibu-ibu jenis ini saya harus konsentrasi penuh karena cara bicaranya yang lugas dan logis, sedikit kurang romantis. Otaknya seperti kalkulator, bisa menghitung untung rugi dengan cepat.
Mereka memiliki management skill yang bagus. Bisa jadi sekolahnya hanya tamat SMA tapi anak buahnya sarjana. Sanggup menghadapi beberapa masalah secara bersamaan, tahu bagaimana menyusun prioritas dan mempunyai penciuman yang tajam dalam mengendus peluang bisnis.
Sepenuh hati penghargaan dan rasa hormat saya pada kaum Ibu dimanapun anda berada. Tetapi di atas segalanya, para ibu diatas tetaplah wanita, mereka membutuhkan laki-laki dan selalu rindu untuk disanjung dan dipuja, dikibulin dikit tidak apa-apa. Saya teringat lirik lagu anak-anak tentang Ibu :
Kasih Ibu
Kepada beta
tak terhingga
sepanjang masa
hanya memberi
tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia






0 comments:
Post a Comment